Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai sekolah swasta, khususnya SMK swasta, memiliki peran strategis dalam menekan angka putus sekolah di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, persoalan tingginya angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan dapat diselesaikan bersamaan dengan masalah minimnya jumlah peserta didik di sekolah swasta.
Hal tersebut disampaikan Diky saat memberikan tanggapan terkait kondisi sejumlah SMK dan SMA swasta yang mengalami kekurangan murid pada Kamis (9/7/2026).
“Permasalahan ini sebenarnya sudah memiliki arah solusi dari Gubernur Jawa Barat. Yakni seluruh anak di Jawa Barat harus sekolah atau ‘kudu sakola’ ” ujar Diky.
Ia menjelaskan, masih tingginya angka putus sekolah harus menjadi perhatian bersama. Di sisi lain, banyak SMK swasta yang kekurangan siswa baru. Menurutnya, dua persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui satu kebijakan yang saling menguntungkan tanpa menimbulkan persoalan baru.
SMK Swasta Tampung Anak Anak Putus Sekolah
Diky mengusulkan agar anak-anak yang berisiko putus sekolah, baik karena keterbatasan ekonomi maupun memilih bekerja untuk membantu orang tua. Tetap mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di SMK swasta yang masih memiliki daya tampung.
Menurutnya, skema tersebut harus dirancang dengan metode pembelajaran yang tetap sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku sehingga tidak menyalahi aturan.
“Anak-anak yang berpotensi putus sekolah harus tetap mendapatkan kesempatan belajar. Ini bisa menjadi solusi bagi mereka sekaligus membantu sekolah swasta yang kekurangan peserta didik,” katanya.
Diky juga menegaskan, program tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memiliki program bantuan bagi SMK swasta.




Comment