“Ini juga menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji adalah revitalisasi bangunan SKB yang saat ini terbengkalai, untuk kemudian diajukan ke pemerintah pusat agar bisa dikembangkan menjadi fasilitas pendidikan.” Kata dr Elvira pada tasik.id secara ekslusif.
Akan tetapi untuk tahap awal, program ini menargetkan sekitar 850 anak dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Prioritas utama diberikan kepada keluarga dalam kategori desil 1 dan 2, dengan usia anak 5 hingga 6 tahun. Jika kuota terpenuhi, program akan diperluas ke desil berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tasikmalaya tidak akan membangun lembaga baru secara langsung, melainkan menggandeng dan berkolaborasi dengan lembaga TK yang sudah ada.
“Pembelajarannya sama seperti TK pada umumnya. Tidak ada perbedaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Semua akan mendapatkan hak yang sama,” jelasnya.
Selain itu, seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik akan ditanggung, mulai dari seragam, SPP, hingga alat tulis sekolah (ATK).
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kota Tasikmalaya.(iqbal)


Comment