Berita Tasikmalaya, tasik.id – Menyambut rencana pemberlakuan kembali mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar, sebanyak 95 guru SD di Kecamatan Mangkubumi mengikuti lokakarya bertema “Mengajar Bahasa Inggris SD dengan Percaya Diri: Memahami CP, Mengadaptasi TP-ATP, dan Menggunakan Classroom English” yang diselenggarakan pada 22–23 Juni 2026 di SD Islam An Nahl, Tasikmalaya.
Kegiatan ini berawal dari kebutuhan peningkatan kompetensi guru sekolah dasar di Kecamatan Mangkubumi dalam menghadapi perubahan kebijakan tersebut. Menanggapi kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Perjuangan Tasikmalaya mengintegrasikan lokakarya ini. Sebagai bagian dari program konsultasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKKS) Kecamatan Mangkubumi dan Primary English Language Teachers of Indonesia (PELTIN).
Lokakarya ini juga dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya penguasaan Bahasa Inggris di sekolah dasar. Seiring dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan kompetensi peserta didik untuk menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kesiapan dalam memahami kurikulum, mengadaptasi perangkat pembelajaran. Serta menggunakan Bahasa Inggris secara efektif selama proses pembelajaran.
Pembahasan dalam lokakarya mencakup pemahaman Capaian Pembelajaran (CP), adaptasi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta penggunaan classroom English dalam pembelajaran. Selain sesi penguatan konsep, peserta juga mengikuti diskusi kelompok, simulasi pembelajaran. Dan microteaching sebagai sarana menerapkan materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Sesi-sesi tersebut dipandu oleh Dr. Pipit Prihartanti Suharto, M.A. dan Sundari Purwaningsih, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Perjuangan Tasikmalaya, serta Muhammad Agung Ibrahim, M.Pd. dari Balai Bahasa UPI yang juga merupakan pengurus PELTIN. Untuk mengakomodasi tingginya jumlah peserta, lokakarya dibagi ke dalam tiga kelas paralel (A, B, dan C) yang dilaksanakan secara serentak. Pembagian ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif dengan tetap menjamin kesetaraan materi dan pengalaman belajar bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Perjuangan Tasikmalaya juga menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar. Ketua Program Studi, Sundari Purwaningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan kapasitas guru.


Comment