Berita Tasikmalaya, tasik.id – Kelompok Tani Gunung Golong di Ujung Sari, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, mulai menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai upaya meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas pertanian.
Penerapan teknologi pertanian tersebut dilakukan melalui demplot Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) pada Rabu (12/8/2026).
Sistem Tabela menjadi salah satu teknologi yang didorong pemerintah untuk memangkas proses budidaya padi, terutama dengan mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada tahap persemaian dan pemindahan bibit.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang sebelumnya disosialisasikan di sejumlah daerah, termasuk Subang.
Menurut Diky, Kota Tasikmalaya mendapatkan target penerapan Tabela seluas 19 hektare. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 8 hektare.
“Ini adalah program pusat yang disosialisasikan di Subang. Beberapa daerah memang diharuskan melakukan program ini. Targetnya 80 kilogram per hektare, sementara target lahan 19 hektare dan baru tercapai sekitar 8 hektare,” kata Diky pada awak media.
Ia mengakui salah satu kendala dalam pelaksanaan program tersebut adalah keterbatasan alat pertanian. Namun, Kota Tasikmalaya mendapat dukungan berupa peminjaman alat dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).
“Karena kita tidak punya alat, kita dipinjamkan dari Polbangtan. Alhamdulillah Kota Tasikmalaya baru mendapatkan dua alat,” ujarnya.
Di sisi lain, Diky menyebut terdapat potensi pengembangan teknologi serupa dari kalangan petani muda di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, sejumlah petani milenial telah mengembangkan alat dengan sistem yang kurang lebih sama dengan teknologi Tabela. Kondisi tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang bisa dikembangkan untuk mendukung modernisasi pertanian di daerah.
“Di Kota Tasikmalaya ada anak muda petani milenial yang sudah membuat format kurang lebih sama. Jadi ada nilai plus bagi kami yang bisa dikembangkan,” katanya.
Diky menambahkan, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan untuk memperluas penerapan teknologi tersebut. Pemerintah, kata dia, akan melihat peluang penganggaran melalui perubahan anggaran maupun mencari dukungan pihak lain.


Comment