Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menghadiri kegiatan Gebyar PAI Vol. II se-Jawa Barat yang digelar di Kampus Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2026).
Diky Chandra hadir didampingi Plt Asda 1 sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, MM.
Dalam kesempatan tersebut, Diky turut menyoroti keberadaan Kampus INU Tasikmalaya yang dinilainya perlu memiliki fasilitas dan lokasi yang lebih representatif untuk mendukung perkembangan pendidikan di masa mendatang.
Menurut Diky, dirinya memperoleh informasi bahwa sudah terdapat satu lokasi yang berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan kampus INU. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan dorongan dan perjuangan lebih lanjut, termasuk komunikasi dengan Kementerian Keuangan.
“INU ini sudah seyogyanya bisa memiliki tempat yang lebih representatif lagi. Kalau tidak salah sudah ada satu lokasi, cuma hal ini harus lebih didorong lagi ke Kementerian Keuangan,” kata Diky.
Meski demikian, Diky menilai kondisi INU saat ini tetap dapat menjadi ruang yang baik bagi mahasiswa untuk menimba ilmu. Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan di dalam kampus, tetapi juga ikut mengenalkan dan mempromosikan INU kepada masyarakat luas.
“Dengan kondisi sekarang pun sebetulnya masih tidak masalah. Harapan saya mahasiswa jangan cuma sekadar menimba ilmu saja, tapi juga bisa mempromosikan INU,” ujarnya.
Diky Chandra: Adab Harus Lebih Dulu dari Prestasi
Dalam kegiatan Gebyar PAI Vol. II tersebut, Diky juga memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung, yakni “Memahat Adab, Mengukir Prestasi, Menuju Generasi Qur’ani.”
Menurutnya, tema tersebut memiliki pesan yang kuat karena menempatkan adab sebelum prestasi.
“Prestasi dapat membuat seseorang dikenal, tetapi adablah yang membuat seseorang dihormati. Ilmu dapat mengangkat derajat, tetapi tanpa adab, ilmu bisa kehilangan arah,” jelasnya.
Diky menambahkan, perkembangan teknologi juga harus diimbangi dengan nilai dan etika. Menurutnya, teknologi memang mampu membuat manusia bergerak lebih cepat, tetapi adab menjadi penentu arah dari setiap langkah yang diambil.


Comment