Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, terus mencari terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Salah satu langkah yang kini dijajaki adalah pengembangan sektor budaya, sejarah, dan wisata edukasi melalui pembangunan diorama hingga kawasan hutan bambu.
Upaya tersebut dilakukan Diky saat memenuhi undangan Dinas Arsip untuk melakukan brainstorming bersama pengelola Diorama Yogyakarta. Pertemuan itu membahas berbagai aspek pengembangan diorama, mulai dari konsep kreatif, sistem pembiayaan, hingga tahapan pembangunannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta beserta tim. Dalam kesempatan itu, mereka memaparkan proses lahirnya diorama, mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Sekaligus memperlihatkan karya para seniman Yogyakarta yang berhasil menghidupkan sejarah melalui media visual.
Menurut Diky, kondisi keuangan daerah saat ini mengharuskan pemerintah menentukan skala prioritas pembangunan yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kita perlu fokus pada program yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.” Ujar Diky pada tasik.id sabtu (13/6/2026).
Selain mempelajari konsep diorama, Diky juga melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kehutanan untuk membahas pengembangan hutan kota dan kawasan hutan bambu di Kota Tasikmalaya.
Ia mengungkapkan, pembangunan hutan bambu direncanakan mulai direalisasikan pada 2026 dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lokasinya akan memanfaatkan aset milik provinsi di kawasan bekas Kantor Pertambangan Kota Tasikmalaya.
Hutan Bambu akan Dibangun
“Insyaallah tahun 2026 hutan bambu mulai dibangun. Pembiayaannya diupayakan dari luar karena kondisi fiskal daerah cukup berat. Namun kami yakin keberadaannya bisa menjadi daya tarik baru yang mendorong PAD dan menciptakan perputaran ekonomi positif,” katanya.
Diky juga menyoroti potensi kawasan Cilembang yang dinilai dapat dikembangkan menjadi pusat pertunjukan seni terbuka atau outdoor. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya menguntungkan Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi Kota Tasikmalaya.







Comment