Advertisement
News
Home » Berita » IJTI Tasikmalaya Tolak Sebutan Londo Ireng untuk Jurnalis, Minta Presiden Hormati Profesi Pers

IJTI Tasikmalaya Tolak Sebutan Londo Ireng untuk Jurnalis, Minta Presiden Hormati Profesi Pers

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Tasikmalaya menyatakan keberatan atas penyebutan “jurnalis londo ireng” yang belakangan menjadi perbincangan publik. Organisasi profesi jurnalis itu menilai istilah tersebut tidak tepat dan berpotensi melukai perasaan insan pers.

Ketua IJTI Korda Tasikmalaya, Hendra Herdiana, menegaskan pihaknya menolak keras penggunaan diksi tersebut, terlebih jika disampaikan oleh seorang kepala negara.

“Kami sebagai jurnalis menolak sebutan ‘londo ireng’ seperti yang viral disampaikan Kepala Negara,” ujar Hendra, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Di tengah derasnya arus informasi, insan pers justru dituntut menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Jangan lupa jurnalis merupakan pilar keempat demokrasi. Kami memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa melalui kerja jurnalistik,” katanya.

Ngora, Boga Komara, Kakoncara: Grand Final Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya 2026 Lahirkan Agen Literasi Masa Depan

 IJTI Tasikmalaya Lakukan Konsolidasi Internal

Menyikapi polemik tersebut, IJTI Korda Tasikmalaya langsung menggelar konsolidasi internal. Langkah itu dilakukan untuk menyamakan sikap organisasi maupun anggotanya dalam merespons pernyataan yang menjadi sorotan publik.

“Menyikapi pernyataan ‘londo ireng’ yang disampaikan presiden beberapa waktu lalu, kami IJTI Tasikmalaya segera melakukan konsolidasi internal agar langkah-langkah yang diambil, baik secara organisasi maupun pribadi anggota, lebih terarah,” jelas Hendra.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!