Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai mengubah pola penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program dan alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Tasikmalaya yang dipimpin Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan di Aula Bapelitbangda, Jumat (25/9/2026).
Viman menegaskan, penggunaan data dan teknologi menjadi penting agar setiap intervensi pemerintah dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
Intervensi Terukur
“Kita inginkan awal intervensi itu terukur dan jelas, supaya anggaran yang ada tidak membal atau terbuang sia-sia. Ibaratnya, kita harus memancing itu sudah di kolamnya, jangan mancing di lautan. Malah dengan berbasis data dan teknologi AI ini, kita seperti memancing di akuarium, semuanya terlihat jelas, sasaran mana yang harus disentuh,” ujar Viman.
Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya tercatat sebesar 10,81 persen atau lebih dari 70 ribu jiwa.
Untuk memperkuat penanganan kemiskinan, Pemkot Tasikmalaya meluncurkan inovasi aplikasi berbasis AI bernama Si Mantap. Aplikasi tersebut dikolaborasikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSN) dari Kementerian Sosial.
Melalui sistem tersebut, data warga dapat dipetakan secara by name by address, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10. Selain pemetaan, Si Mantap juga menyajikan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik untuk setiap kelompok penerima manfaat.
Viman meminta hasil analisis dan rekomendasi dari aplikasi tersebut mulai digunakan dalam penyusunan Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027.

Comment