– Kecamatan Purbaratu, Kelurahan Sukanagara, Kampung Cihaji Kidul RW 03 RT 01, 02, 03, dan 04. Wilayah ini dihuni sekitar 100 kepala keluarga (500 jiwa). Dengan bantuan 5.000 liter air bersih.
– Kecamatan Indihiang, Kelurahan Indihiang, Kampung Ciumbeng RW 03 RT 03. Sebanyak 237 kepala keluarga atau 936 jiwa menerima distribusi 5.000 liter air bersih. Total distribusi pada 24 Juli mencapai 10.000 liter.
Kemudian pada 25 Juli 2026, BPBD bersama PTT kembali menyalurkan bantuan ke wilayah Kecamatan Cipedes, tepatnya:
– Kelurahan Sukamanah, Kampung Gunung Tanjung RW 009 sebanyak 5.000 liter. Kelurahan Sukamanah, Kampung Plang RW 026 sebanyak 4.000 liter. Total bantuan yang disalurkan pada hari tersebut mencapai 9.000 liter.
Budi Martanova menambahkan, masih terdapat sejumlah permohonan bantuan air bersih dari wilayah lain yang saat ini sedang dalam proses verifikasi dan penjadwalan distribusi.
Musim kemarau tahun ini mulai memberikan dampak terhadap berkurangnya debit sejumlah sumber mata air dan sumur warga di beberapa wilayah Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan prakiraan iklim, fenomena La Niña yang sebelumnya sempat meningkatkan curah hujan telah berakhir sehingga Indonesia kini memasuki musim kemarau secara bertahap. Berkurangnya intensitas hujan membuat cadangan air tanah di sejumlah daerah mulai menurun, terutama di kawasan yang selama ini mengandalkan mata air dan sumur dangkal.
BPBD Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pemerintah. Apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan secepatnya.(iqbal)


Comment