News
Home » Berita » Warga Tawang Protes Pembangunan Dapur SPPG, Diduga Belum Kantongi Izin dan Berpotensi Cemari Lingkungan

Warga Tawang Protes Pembangunan Dapur SPPG, Diduga Belum Kantongi Izin dan Berpotensi Cemari Lingkungan

Berita Tasikmalaya, tasik.id — Proyek pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Firatama Nutrition di Jalan Cikalang Girang, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, menuai protes warga. Pembangunan di tengah kawasan permukiman padat ini diduga belum mengantongi izin resmi, sehingga memicu kekhawatiran serius terkait dampak lingkungan dan keselamatan warga.

Bangunan yang berada di bawah naungan Yayasan Setia Dharma Prasada itu awalnya tidak menimbulkan kecurigaan. Warga mengira aktivitas di eks gudang rongsok tersebut hanya sebatas renovasi biasa. Namun belakangan terungkap, bangunan tersebut akan difungsikan sebagai dapur produksi skala besar untuk program pemenuhan gizi.

Sejak itu, keresahan warga mulai mencuat. Mereka mempertanyakan tidak adanya sosialisasi dari pihak pengelola SPPG maupun pengurus lingkungan setempat dalam proses pembangunan. Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya pembahasan terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kekhawatiran semakin meningkat setelah warga menemukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai tidak sesuai standar. Berdasarkan pantauan di lapangan, konstruksi IPAL disebut hanya menggunakan bata ringan tanpa pengecoran beton yang memadai, bahkan bagian dasarnya hanya berupa tanah.

Salah satu perwakilan warga, Deden Tazdad, mengungkapkan kondisi tersebut berpotensi membahayakan lingkungan, terutama sumber air bersih warga.

Kerja Sama Kota Tasikmalaya–Malang, Dorong Digitalisasi Pajak Daerah untuk Optimalkan PAD

“Awalnya kami mendapat informasi ada pembangunan di eks gudang rongsok yang diawasi RT dan RW. Saat dicek, ternyata sedang renovasi dan dibangun IPAL untuk dapur SPPG ini,” ujarnya.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!