Asep berharap bantuan tersebut segera terealisasi dan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.
Pengelolaan Sampah Berbasis Kecamatan
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman serta Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramadhan Nugraha, mengakui kondisi armada pengangkut sampah saat ini masih jauh dari ideal.
Dari total 10 unit truk sampah yang dimiliki, dua unit di antaranya mengalami kerusakan. Sehingga hanya delapan armada yang dapat beroperasi untuk melayani wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang cukup luas.
“Armada yang tersedia masih sangat terbatas. Dengan luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya, idealnya jumlah armada jauh lebih banyak agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Tasikmalaya tengah mendorong konsep pengelolaan sampah berbasis kecamatan. Melalui skema tersebut, setiap kecamatan diharapkan memiliki titik pengelolaan sampah sendiri sehingga tidak seluruh sampah harus dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) induk.
Langkah ini juga menjadi solusi sementara sambil menunggu realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang masih membutuhkan proses dan waktu cukup panjang.
Deden menegaskan pihaknya terus berupaya menjalankan arahan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya agar persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami terus berupaya menjalankan arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati agar persoalan sampah di Kabupaten Tasikmalaya bisa teratasi. Memang masih ada berbagai tantangan, tetapi perbaikan terus kami lakukan,” pungkasnya.







Comment