Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengaku bangga dapat hadir di kawasan yang disebutnya sebagai titik penting sejarah gerakan koperasi Indonesia.
“Saya senang sekali hadir di tempat yang memiliki nilai sejarah luar biasa. Revitalisasi fisik memang penting, tetapi yang lebih utama adalah menjadikan kawasan ini sebagai living heritage atau situs cagar budaya yang hidup. Dari sinilah semangat koperasi Indonesia tumbuh,” ujarnya.
Baca Juga : Perjuangkan Tugu Koperasi Jadi Cagar Budaya Nasional. Diky Chandra Berikan Sertifikat TACB
Fadli menyebut hingga saat ini masih terdapat dua koperasi peserta Kongres Koperasi 1947 yang tetap eksis. Hal tersebut menjadi bukti bahwa koperasi tetap relevan hingga sekarang dan sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
“Kami dari Kementerian Kebudayaan sangat mendukung. Tahun ini juga kami berharap kawasan Tugu Koperasi dapat diumumkan secara resmi sebagai Cagar Budaya Nasional,” tambahnya.
Viman : Langkah Awal Bagi Generasi Muda Mengenal Sejarah Bangsa
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Kota Tasikmalaya sebagai kota bersejarah bagi perjalanan koperasi Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Terima kasih kepada Menteri Koperasi, Menteri Kebudayaan, dan Wakil Menteri yang telah hadir mencanangkan revitalisasi kawasan Tugu Koperasi,” kata Viman.
Menurutnya, penetapan kawasan tersebut sebagai cagar budaya nasional menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap sejarah bangsa.
“PR kita ke depan adalah memastikan sejarah ini tidak berhenti pada seremoni hari ini saja. Kawasan ini harus menjadi ruang edukasi, aktivasi ekonomi, inkubasi usaha. Sekaligus pusat penguatan ideologi ekonomi Indonesia yang berawal dari Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.(iqbal)




Comment