“Selain hemat energi dan mudah dikerjakan, program ini sangat bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga. Karena bisa dikerjakan di teras rumah,” kata Diky.
Lebih jauh, Diky menilai kehadiran Prof Budi melalui program Dosen Pulang Kampung menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya perlu terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki gagasan dan inovasi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terlebih, kata Diky, Prof Budi ternyata merupakan putra daerah yang memiliki kepedulian untuk kembali memberikan kontribusi bagi daerah asalnya.
“Terlepas dari program FONi yang bagus, saya merasa harus menjalin komunikasi dengan siapa pun yang akan membantu masyarakat dalam peningkatan ekonomi. Apalagi Prof Budi ini ternyata asli urang Tasik juga,” tuturnya.
Program Dosen Pulang Kampung diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Konsep pertanian sederhana seperti FONi juga dinilai relevan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Tasikmalaya.(iqbal)






Comment