Ia mengapresiasi sinergi antara Badan Pangan Nasional, DPD RI, Pemerintah Kota Tasikmalaya, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kita semua berharap harga bahan pokok tetap stabil sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan baik. Program seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lola mengungkapkan, gagasan penyelenggaraan kegiatan ini lahir dari komunikasi bersama Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra.
“Kalau kami berkumpul, yang dipikirkan adalah bagaimana membuat gerakan yang bermanfaat untuk masyarakat. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kolaborasi seperti ini,” katanya.
Komeng: Ini Hasil Kerja Bersama
Sementara itu, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng menegaskan keberhasilan Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, bukan kerja individu.
“Program ini merupakan hasil kerja bersama, bukan kerja individu,” ucap Komeng.
Ia berharap program serupa tidak hanya berhenti di Kota Tasikmalaya. Tetapi dapat diperluas ke berbagai daerah sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat.
Bapanas Apresiasi Inflasi Kota Tasikmalaya
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai berhasil menjaga inflasi tetap terkendali.
Ia menyebut inflasi nasional pada Juni 2026 berada di kisaran 3,14 persen, Jawa Barat 3,08 persen. Sementara Kota Tasikmalaya tercatat lebih rendah yakni 2,72 persen.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga. Sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Tamansari. Diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Tasikmalaya.(***)


Comment