Menurut Ucu, pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi agar pasokan air bersih bagi warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kami akan terus mengupayakan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Selama kemarau, sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan biaya tambahan. Tidak sedikit pula yang harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sejauh lebih dari dua kilometer menuju Sungai Cipalu untuk mandi dan mencuci.
Warga Berharap Ada Sumur Bor
Salah seorang warga penerima bantuan, Ihsan, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terima kasih kepada Polsek Bojonggambir, Pak Camat, PDAM Tirta Sukapura, dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga,” ucapnya.
Meski demikian, Ihsan berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar warga tidak terus mengalami kesulitan setiap musim kemarau.
“Kami berharap ada pembangunan sumur bor supaya saat kemarau tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pedangkamulyan Nanang Romansyah mengungkapkan bahwa pihak desa telah mengajukan usulan pembangunan sumur bor kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Usulan tersebut diharapkan segera terealisasi agar warga di Dusun Awilega, Kostabaru, dan Kostasari. Sehingga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih.




Comment