Advertisement
News
Home » Berita » Kampung Situ Beet Hadapi Ancaman Krisis Bambu, Diky Chandra Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

Kampung Situ Beet Hadapi Ancaman Krisis Bambu, Diky Chandra Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

Berita Tasikmalaya, tasik.id– Di balik suasana tenang Kampung Situ Beet, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, tersimpan sejarah panjang sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman bambu yang menjadi kebanggaan masyarakat. Selama puluhan tahun, kampung ini dikenal sebagai pusat kerajinan tradisional yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Namun, di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan zaman, keberlangsungan tradisi anyaman bambu kini menghadapi berbagai tantangan serius. Salah satu persoalan terbesar adalah semakin sulitnya memperoleh bahan baku bambu akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman maupun aktivitas lainnya. Rumpun-rumpun bambu yang dahulu mudah ditemukan kini semakin berkurang.

Kondisi tersebut memaksa para perajin mendatangkan bambu dari daerah lain dengan biaya yang lebih tinggi. Situasi ini berdampak langsung terhadap biaya produksi dan keberlanjutan usaha kerajinan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Selain persoalan bahan baku, regenerasi perajin juga menjadi tantangan yang tidak kalah penting. Semakin sedikit generasi muda yang berminat melanjutkan profesi sebagai pengrajin anyaman bambu. Perubahan orientasi pekerjaan serta rendahnya nilai ekonomi dari kerajinan tradisional membuat banyak anak muda memilih mencari pekerjaan di sektor lain.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat mencintai tradisi. Dibutuhkan ekosistem yang mampu memberikan kesejahteraan bagi para pelaku budaya melalui dukungan bahan baku, akses pembiayaan, penguatan pemasaran, inovasi produk. Hingga pendidikan dan regenerasi perajin.

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan Living Heritage Taraf Nasional

Pelestarian Berbarengan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Pelestarian budaya akan lebih bermakna apabila berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat yang selama ini menjadi penjaga warisan budaya tersebut.

Perhatian terhadap kelestarian Kampung Situ Beet juga mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra. Ia menghadiri Malam Apresiasi Seni dan Budaya Kibar Budaya ke-11 Tahun 2026 yang digelar Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) di Situ Beet, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Diky Chandra, kegiatan Kibar Budaya memiliki fungsi ganda, yakni sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!