Advertisement
News
Home » Berita » Kampung Situ Beet Hadapi Ancaman Krisis Bambu, Diky Chandra Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

Kampung Situ Beet Hadapi Ancaman Krisis Bambu, Diky Chandra Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

“Luar biasa malam ini Kota Tasikmalaya bisa menunjukkan identitasnya lewat Kibar Budaya dengan berbagai pertunjukan dan pemberian penghargaan. Terima kasih kepada DKKT yang terus konsisten mengawal pelestarian budaya,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi media penting untuk memperkenalkan pakaian adat, musik tradisional, hingga nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tradisi lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi. Selain itu, kegiatan budaya juga memberikan ruang bagi para seniman dan pelaku budaya untuk terus berkarya.

Dari sisi pariwisata, Diky menilai Kibar Budaya mampu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran pengunjung juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar, tanpa menghilangkan makna asli dari tradisi yang ditampilkan.

“Saya tadi sore membuka acara itu, lalu malamnya kembali lagi. Ada Pak Tatang Pahat dan Pak Ucu Anwar selaku Ketua Panitia. Acaranya keren, selain menjadi sarana pelestarian budaya juga mempererat silaturahmi antara Pemkot Tasikmalaya dengan masyarakat,” katanya.

Diky berharap kegiatan Kibar Budaya dapat terus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Sekaligus melahirkan solusi nyata dalam menjaga warisan budaya Kota Tasikmalaya.

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan Living Heritage Taraf Nasional

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kelestarian kerajinan anyaman bambu di Kampung Situ Beet. Agar tetap bertahan sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat di masa mendatang.(iqbal)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!