Ia menegaskan, sebagai kota yang masih relatif muda dengan usia 24 tahun, Tasikmalaya harus memiliki arah pembangunan yang jelas. Termasuk menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan promosi daerah.
“Kita ingin Kota Tasikmalaya menjadi kota yang unggul, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, mengatakan terlaksananya TC Timnas Mini Soccer Indonesia merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Termasuk dukungan pengelola Lapang Mini Soccer Bukit Peusar yang menyediakan fasilitas latihan selama 20 hari serta Hotel Mandalawangi sebagai tempat menginap para pemain.
Koni Sebut Miliki Dampak Positif Bagi Kota Tasikmalaya

Menurut Anton, kehadiran tim nasional juga memberikan dampak positif terhadap promosi Kota Tasikmalaya karena para pemain aktif membagikan aktivitas mereka melalui media sosial.
“Mereka ikut memperkenalkan Tasikmalaya melalui media sosial. Ini tentu menjadi promosi yang sangat baik untuk menarik wisatawan dari luar daerah,” katanya.
Anton menilai potensi wisata Kota Tasikmalaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari panorama Gunung Galunggung hingga keberadaan sirkuit balap motor yang dapat mendukung pengembangan sport tourism.
Ia berharap ke depan semakin banyak cabang olahraga yang memilih Kota Tasikmalaya sebagai lokasi pemusatan latihan.
“Kami juga akan berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai sponsor. Agar dapat mendukung cabang olahraga lain yang ingin menggelar training camp di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.(iqbal)




Comment