Sebaliknya, ia mengingatkan agar kekuasaan tidak dijadikan sarana untuk bertindak sewenang-wenang atau memenuhi kepentingan pribadi.
Menurut Diky, setiap manusia pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.
“Semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Bekal terbaik yang dibawa adalah amal selama menjalankan profesi dan amanah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Ia juga menilai, seorang pemimpin memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding bawahannya. Karena itu, kepemimpinan harus dijalankan dengan integritas, sebab setiap keputusan akan dipertanggungjawabkan.
Menutup pesannya, Diky berharap peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan upacara dan kegiatan seremonial. Tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen pengabdian bagi seluruh elemen bangsa.
“Hari Bhayangkara hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua, bukan hanya polisi, tetapi juga TNI, ASN, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan, melindungi masyarakat. Serta mengabdi bagi Kota Tasikmalaya dan Indonesia. Selamat Hari Bhayangkara ke-80,” pungkasnya.(***)


Comment