“Bayangkan kalau saat ini ada 50 orang saja yang penghasilannya di atas Rp5 juta per bulan. Kalau diduplikasi menjadi 500 hingga 5.000 peserta, itu sangat mungkin terjadi karena kita berkolaborasi langsung dengan platformnya,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap pelaksanaan bootcamp tersebut. Namun demikian, ia menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur internet sebagai penunjang utama pengembangan ekonomi digital.
“Kalau bicara digitalisasi, maka jaringan internet yang kuat menjadi kebutuhan utama. Kalau infrastrukturnya kurang, tentu program digital tidak akan maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menilai capaian para peserta bootcamp sudah sangat luar biasa dan menunjukkan adanya potensi besar dalam pergerakan ekonomi digital daerah.
“Dengan capaian sekarang saya rasa sudah luar biasa. Artinya ada potensi pergerakan ekonomi yang sangat baik. Ke depan tentu kita berharap program ini bisa lebih berkembang lagi,” katanya.
Diky juga menyebut terdapat peluang untuk memperpanjang masa pelaksanaan bootcamp melihat antusiasme peserta dan dampak ekonomi yang mulai terasa di masyarakat.(iqbal)


Comment