Diky menjelaskan, kehadiran industri perfilman di suatu daerah dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain membuka peluang kerja bagi kru lokal, kegiatan produksi film juga berpotensi meningkatkan pendapatan sektor jasa melalui penyewaan properti, penggunaan jasa pendukung. Hingga meningkatnya tingkat hunian hotel dan kunjungan ke restoran.
Tak hanya itu, lokasi yang digunakan untuk syuting film. Juga berpeluang menjadi destinasi wisata baru yang menarik minat wisatawan setelah film tersebut dirilis.
“Film bisa menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan budaya lokal, produk UMKM. Serta berbagai ikon khas daerah kepada masyarakat nasional bahkan internasional,” katanya.
Sebagai informasi, PT Produksi Film Negara (PFN) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perfilman dan industri audiovisual Indonesia.
Bertemu Juga Kementerian Kebudayaan
Selain bertemu dengan jajaran PFN, Diky Candra juga melakukan pertemuan dengan tim dari Kementerian Kebudayaan di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong adanya dukungan program bagi para pelaku seni dan budaya di Kota Tasikmalaya.
Diky berharap berbagai program yang dijalankan Kementerian Kebudayaan. Termasuk Program Indonesia Raya, dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekosistem seni dan budaya di Kota Tasikmalaya.(iqbal)







Comment