News
Home » Berita » Dapat Jempol dari Dekranasda, Gen Z Canting Community Ajak Anak Muda Kenal Batik Kota Tasikmalaya

Dapat Jempol dari Dekranasda, Gen Z Canting Community Ajak Anak Muda Kenal Batik Kota Tasikmalaya

Antusiasme terlihat ketika peserta menyaksikan proses pembuatan batik secara langsung. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk tidak hanya melihat batik sebagai produk jadi, tetapi memahami proses panjang di balik sebuah karya batik.

“Bagi saya, Gen Z Canting Community bukanlah sebuah advokasi, melainkan sebuah komunitas yang dibentuk untuk melestarikan budaya yang sudah turun-temurun sejak lama dan telah diakui UNESCO sejak 2009,” ujar Raya.

Dekranasda Dorong Gen Z Cintai Batik Tasikmalaya

Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, Rani Permayani Diky Chandra, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

Menurut Rani, kelas mencanting menjadi salah satu cara untuk mendekatkan batik kepada generasi Z. Tidak hanya mengenalkan proses pembuatannya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik dan mendorong anak muda untuk menggunakan produk batik.

“Kelas mencanting ini terutama untuk Gen Z agar mereka turut mencintai dan memakai produknya, sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang membatik, mulai dari pemilihan kain, proses mencanting hingga pewarnaan,” kata Rani.

Solidkan Pengurus Harian! Gekrafs Kota Tasikmalaya Gelar Liwetan, Rancang Program dan Rakercab Usai Pelantikan

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga ikut melestarikan dan mempromosikan batik, khususnya motif khas Kota Tasikmalaya.

Rani menyampaikan terima kasih kepada Raya Mahesa, Agnesa Rumah Batik, Gen Z Canting Community, serta seluruh peserta yang telah ikut membuka ruang baru untuk mengenalkan batik kepada masyarakat.

“Saya selaku Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada Raya Mahesa, Agnesa Rumah Batik, Gen Z Canting Community dan seluruh peserta yang sudah turut mewarnai keberagaman motif unggulan batik tulis Kota Tasikmalaya dengan membuka kelas canting,” ujarnya.

Batik Tasikmalaya Jangan Hanya untuk Kemeja

Rani juga mendorong agar perkembangan batik Tasikmalaya tidak berhenti pada produk pakaian formal seperti kemeja dan pakaian kantor.

Menurutnya, batik Tasikmalaya memiliki peluang untuk masuk lebih jauh ke dunia fesyen. Dengan desain yang lebih beragam dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Lele Program Kang Sule di Inspektorat Mulai Dipanen, Diky Chandra: Hal Kecil Bisa Bawa Bahagia Warga

“Harapan saya, batik Kota Tasikmalaya semakin melebarkan sayap ke desain-desain fashion. Bukan hanya kemeja dan baju kantoran, tetapi bisa dibuat jaket, gaun pesta, dipadu padankan dengan brokat, bordir, tenun dan lainnya,” kata Rani.

Dengan hadirnya Gen Z Canting Community, ruang bagi generasi muda untuk mengenal batik diharapkan semakin terbuka. Mencanting pun tidak lagi sekadar aktivitas membuat kain bermotif. Tetapi menjadi cara bagi anak muda untuk mengenal proses, cerita, kreativitas, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya batik Tasikmalaya.(iqbal)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ucapan Selamat dan Sukses

Selamat Muktamar NU

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!