Lomba senam sehat tersebut juga dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Tasikmalaya, yakni Tasik Gemas, yang mendorong masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat.
Juri Profesional Ikut Menilai
Untuk memastikan penilaian berlangsung objektif, Dinkes Kota Tasikmalaya menghadirkan sejumlah juri yang berpengalaman di bidangnya.
Salah satunya E.S. Emi Rahayu dari Harpi Melati. Selain itu, terdapat Kokom dari Koni dan Popong Carminah yang turut dipercaya menjadi dewan juri.
Dalam sambutannya, E.S. Emi Rahayu memberikan apresiasi terhadap upaya Dinkes Kota Tasikmalaya dalam mengangkat sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara melalui kegiatan peringatan HUT RI.
“Dinkes Kota Tasikmalaya sudah effort banget untuk melestarikan budaya di Indonesia,” kata Emi.
Ia mengatakan, para juri akan berusaha memberikan penilaian terbaik terhadap seluruh peserta. Namun, menurutnya, keikutsertaan para tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri.
“Kami selaku dewan juri berusaha mencari yang terbaik. Ibu dan bapak semuanya sudah menjadi juara,” ujarnya.
Emi juga memberikan semangat kepada peserta yang akan tampil dalam fashion show. Meski sebagian besar bukan model profesional, peserta diminta tetap percaya diri ketika memperagakan pakaian adat di hadapan penonton.
“Nanti saat memperagakan ke depan, berusahalah seperti model, walaupun bapak dan ibu bukan model profesional,” katanya.
Perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan Dinkes Kota Tasikmalaya akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Pakaian adat yang dikenakan para tenaga kesehatan menghadirkan pesan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat dirayakan dengan menjaga. Mengenalkan dan mencintai keberagaman budaya Indonesia.
Dari pakaian adat hingga senam sehat, para tenaga kesehatan menunjukkan bahwa nasionalisme dapat tumbuh melalui hal-hal sederhana: berkumpul, bergembira, menjaga kesehatan, sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya Nusantara.(iqbal)







Comment