Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa lintas angkatan di Fakultas Pertanian dan berlangsung interaktif. Setelah pemutaran film, peserta terlibat dalam diskusi terbuka. Untuk membedah berbagai simbol dalam film serta mengaitkannya dengan kondisi riil yang terjadi di Indonesia saat ini.
Melalui agenda ini. BEM FAPERTA UNSIL berharap budaya diskusi di kalangan mahasiswa terus tumbuh sebagai ruang untuk membedah persoalan-persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat di wilayah timur Indonesia yang dinilai masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di mana pun berada. Mahasiswa akan tetap hadir membela saudara-saudara kami dari segala bentuk penindasan,” pungkasnya.(iqbal)


Comment