“Berdasarkan analisa ekonomi tim kami di sana, dalam waktu sekitar 10 bulan beroperasi, targetnya sudah bisa membeli tempat usaha sendiri,” ungkapnya optimistis.
Legalitas Lengkap, Tanpa Kafil
Dede menjelaskan seluruh proses perizinan usaha telah dipenuhi sesuai regulasi di Arab Saudi. Baso Gejrot bahkan telah mengantongi lisensi resmi dari Kerajaan Arab Saudi untuk perlindungan investasi.
“Alhamdulillah kami bisa mengurus izin sendiri tanpa menggunakan kafil. Legalitasnya lengkap dan membawa nama Indonesia, khususnya Tasikmalaya,” jelasnya.
Dalam operasionalnya nanti, satu outlet akan didukung sekitar 20 orang tenaga kerja. Untuk tenaga ahli, tim dapur, hingga resepsionis berasal dari Tasikmalaya, sementara posisi kasir akan diisi oleh tenaga kerja lokal Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, persiapan pembukaan outlet tinggal menunggu kedatangan mesin penggiling bakso yang masih dalam proses impor dari China.
“Insyaallah minggu depan sudah bisa launching,” katanya.
Dede berharap langkah Baso Gejrot menjadi awal bagi pelaku usaha asal Tasikmalaya untuk berani melebarkan sayap ke pasar internasional.
“Cita-cita saya, semakin banyak orang Tasikmalaya yang bisa berkarya dan bekerja di Arab Saudi,” pungkasnya.
Baca Juga Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lepas Baso Gejrot Indonesia Buka Outlet di Mekkah, Diky Chandra: Bukti UMKM Lokal Mampu Go Internasional
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra turut menghadiri doa bersama. Sekaligus melepas keberangkatan para karyawan Baso Gejrot yang akan bertugas di Arab Saudi.
Kehadiran Diky Chandra menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap pelaku UMKM lokal. Yang mampu menembus pasar internasional dan membawa nama baik Kota Tasikmalaya di kancah global.




Comment