“Kami ingin menitipkan pesan kepada masyarakat Bekasi: keamanan lembur (kampung) adalah tanggung jawab kolektif. Jangan biarkan ada ruang kosong yang diisi oleh narasi kebencian. Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para pemuda dan tokoh masyarakat memiliki keberanian untuk melapor dan berdiskusi jika mencium gelagat yang tidak wajar di lingkungannya. Kita ingin Bekasi tetap kondusif demi masa depan generasi muda kita,” tuturnya di hadapan peserta.
Pemuda Rentan Terpapar Paham Radikal
Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, S.Pd., dalam sambutannya turut mengingatkan bahwa pemuda adalah kelompok yang paling rentan terhadap paparan paham radikal. Terutama melalui media sosial dan komunitas tertutup.
“Anak muda adalah aset, tapi juga sasaran empuk bagi mereka yang ingin merusak tatanan bangsa. Melalui forum ini, saya berharap muncul duta-duta damai dari Bekasi yang mampu menyebarkan konten positif dan moderat. Mari kita jadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai gaya hidup, agar tidak ada lagi celah bagi radikalisme untuk tumbuh subur di kota kita tercinta ini,” kata Puspa Yani penuh harap.
Selain materi dari akademisi. Sesi yang paling dinanti adalah paparan dari Satgaswil Jabar Densus 88 AT POLRI yang membongkar pola-pola terbaru rekrutmen ekstremis di era digital.
Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata bahwa ancaman radikalisme itu nyata. Namun dapat dicegah jika seluruh elemen masyarakat bersatu padu dalam semangat “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI”.

Comment