Berita Tasikmalaya, tasik.id – Di tengah ramainya fenomena masyarakat yang berburu tas impor bernilai ratusan juta rupiah, praktisi digital marketing sekaligus pendiri WebEkspor, David Alfa Sunarna, mengingatkan bahwa banyak produk lokal Indonesia justru telah lebih dulu mendapat pengakuan di pasar internasional.
Menurut David, masih banyak masyarakat yang menganggap produk luar negeri lebih bergengsi dibandingkan produk buatan dalam negeri. Padahal, sejumlah produk UMKM Indonesia, termasuk dari Tasikmalaya, saat ini rutin diekspor ke berbagai negara dengan nilai transaksi yang tidak sedikit.
“Jangan keburu bangga dengan produk impor. Banyak produk lokal Indonesia yang sebenarnya sudah diterima pasar internasional dan kualitasnya tidak kalah bersaing.” Ujar David dalam konten edukasi yang dibagikannya melalui akun instagramnya.
David mengaku baru saja menyelesaikan pendampingan terhadap 20 UMKM binaan Bank Indonesia Tasikmalaya. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan fakta yang menurutnya membanggakan sekaligus membuka mata banyak orang tentang potensi produk lokal.
Produk Tasikmalaya Tembus Pasar Dunia
David mengungkapkan, berbagai produk asal Tasikmalaya kini telah berhasil menembus pasar ekspor ke sejumlah negara maju.
Salah satunya adalah produk anyaman topi yang rutin dikirim ke Italia dengan volume mencapai sekitar 20 ribu unit setiap bulan.
Tak hanya itu, furniture berbahan anyaman mendong asal Tasikmalaya juga berhasil masuk ke pasar Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Sementara produk bamboo cabin premium bahkan mampu dijual dengan harga antara 20 ribu hingga 30 ribu dolar Amerika per unit ke pasar Saudi Arabia dan Kanada.
Menurut David, kerajinan bambu dan pandan asal Indonesia juga telah menjadi pemasok bagi buyer internasional. Termasuk perusahaan ritel global seperti IKEA dan H&M Home.







Comment