Berita Tasikmalaya, tasik.id – Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil pengukuran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kualitas udara di Kabupaten Tasikmalaya disebut sebagai yang paling bersih di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi salah satu poin penting yang dibawa Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Saat melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Asep menegaskan bahwa kualitas udara yang baik harus dijaga melalui langkah nyata, bukan sekadar menjadi kebanggaan daerah.
Menurutnya, upaya mempertahankan kualitas lingkungan dapat dilakukan melalui program penghijauan secara masif. Serta penguatan fungsi daerah tangkapan air sebagai bagian dari upaya penyerapan karbon (carbon capture).
“Udara bersih merupakan aset yang harus dipertahankan. Karena itu diperlukan kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup melalui program penanaman pohon dan penguatan fungsi daerah tangkapan air agar tetap optimal,” ujar Asep Sopari.
Selain isu kualitas udara, persoalan sampah juga menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pemkab Tasikmalaya mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah. Dari yang semula dianggap sebagai beban anggaran menjadi sumber nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Asep, pengelolaan sampah yang tepat dapat menciptakan sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Jika dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai manfaat dan potensi ekonomi. Pengelolaannya bisa lebih mandiri sehingga tidak terus-menerus membebani anggaran daerah,” katanya.
Kabar baik juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah pusat berencana memberikan bantuan armada pengangkut sampah untuk Kabupaten Tasikmalaya guna mengatasi keterbatasan sarana yang selama ini menjadi kendala dalam pelayanan kebersihan.







Comment