Melalui kegiatan seperti ini, pelajar tidak hanya didorong untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan, tetapi juga membangun kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Diky Apresiasi Kolaborasi dengan Kopi Siloka
Selain menyoroti gagasan para pelajar, Diky Chandra juga mengapresiasi pemilihan Arif Hidayat Putra, pemilik Kopi Siloka, sebagai salah satu narasumber workshop.
Menurut Diky, Arif merupakan sosok muda yang telah mengembangkan usaha di bidang kuliner sekaligus memberikan ruang kerja yang inklusif di tempat usahanya.
Diky menilai, pengalaman Arif dapat memberikan pembelajaran yang lebih luas bagi peserta, tidak hanya mengenai dunia bisnis, tetapi juga tentang kepedulian dan kemanusiaan.
Ia berharap Arif dapat membagikan ilmu kewirausahaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan pelajar IPM yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain ilmu bisnis, semoga Arif juga bisa menyentuh dan melatih nurani dan kepedulian anak-anak IPM yang jadi peserta di aula Pesantren Amanah ini,” ungkapnya.
Dorong Pelajar Promosikan Pesantren Amanah melalui Prestasi
Dalam kesempatan itu, Diky Chandra juga mengajak para pelajar untuk turut mempromosikan Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya melalui berbagai prestasi.
Ia mendorong para siswa agar terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya, baik di tingkat lokal, regional, maupun jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, prestasi para pelajar dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan dan mengangkat nama lembaga pendidikan tempat mereka menimba ilmu.
Gerakan Pelajar Inklusif Dorong Kemandirian Ekonomi
Kegiatan Workshop Kewirausahaan dan Launching Gerakan Pelajar Inklusif mengusung tema. “Sinergi Kebijakan Politik dan Kemandirian Ekonomi melalui Pendidikan Inklusif Menjawab Realitas Pelajar.”
Kegiatan ini dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya H. Ayi Mubarok, S.Ag., Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Heri Ahmadi, S.Pd.I., pemilik Kopi Siloka Arif Hidayat Putra, serta jajaran PD IPM Kota Tasikmalaya.
Turut hadir Ketua Umum Ath-Thuur Mubarak dan Ketua Pelaksana Afgani Al-Ghifari bersama peserta kegiatan.
Melalui gerakan tersebut, PD IPM Kota Tasikmalaya mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempersiapkan pelajar yang mandiri secara ekonomi, kreatif, dan berdaya saing. Tanpa mengesampingkan nilai-nilai inklusivitas.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan dan organisasi pelajar dalam menjawab tantangan sosial di masyarakat.(***)








Comment