Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan agar program yang dikerjakan benar-benar menjawab kebutuhan prioritas Kota Tasikmalaya.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian yakni penanganan banjir, normalisasi sungai, penanganan kekeringan serta pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan.
Ia mencontohkan Sungai Cikalang yang memiliki keterkaitan dengan pemenuhan kebutuhan DI Cimindi di Kota Tasikmalaya. Sebelumnya, wilayah Cikalang juga sempat mengalami banjir.
Selain itu, Sungai Cimulu yang menjadi kewenangan provinsi juga membutuhkan perhatian karena terdapat sedimentasi pada aliran sungai maupun bendung utama.
Hendra berharap normalisasi tidak hanya dilakukan pada jaringan irigasi, tetapi juga pada sungai dan bangunan utama yang menjadi sumber pasokan air ke wilayah pertanian Kota Tasikmalaya.
Kondisi sedimentasi yang semakin tinggi dinilai dapat menghambat distribusi air sekaligus meningkatkan risiko banjir.
Pemkot Akan Bentuk Komisi Irigasi
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Tasikmalaya juga membahas pembentukan Komisi Irigasi (Komir) sebagai wadah koordinasi dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai persoalan irigasi.
Kabid PSDA Kota Tasikmalaya Rino Isa Muharam menyampaikan pentingnya pembentukan Komisi Irigasi tingkat Kota Tasikmalaya.
Menanggapi hal tersebut, Viman menyatakan Pemkot Tasikmalaya akan mendorong pembentukan Komir melalui Bappeda.
Ia menargetkan pembahasan awal dapat segera dilakukan. Bahkan, pada pekan pertama September 2026 diharapkan sudah terlaksana kegiatan diskusi Komisi Irigasi.
Sementara itu, UPI Cikunten menyatakan pihaknya siap menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan kepada pimpinan BBWS Citanduy.
Dalam penanganan banjir, sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya penyediaan pompa penyedot di wilayah Cikalang. Serta kegiatan pembersihan di kawasan Cihideung, termasuk sekitar Tugu Asmaulhusna sebagai langkah antisipasi banjir susulan.
Untuk wilayah Mangkubumi, khususnya kawasan Pesantren Gunung Konang yang pernah mengalami luapan dari saluran primer DI Cikunten II. Saat ini telah ditindaklanjuti melalui kegiatan rehabilitasi yang dilaksanakan BBWS Citanduy.
UPI juga memastikan pola operasi irigasi akan terus diperbaiki, termasuk flushing sedimentasi dan pengaturan pintu air.
Sementara untuk mengantisipasi kekeringan, BBWS turut memberikan dukungan berupa mobil tangki air dan pompa.
Dengan koordinasi yang semakin diperkuat, Pemkot Tasikmalaya berharap pembangunan irigasi, normalisasi sungai dan pengelolaan distribusi air dapat berjalan lebih terarah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko banjir dan kekeringan. Sekaligus memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian Kota Tasikmalaya dalam mendukung target swasembada pangan.(***)






Comment