Diky menilai, jika kondisi kekeringan lahan sawah terus berlangsung, maka produksi padi di Kota Tasikmalaya berpotensi menurun signifikan. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dari hasil pertemuan dengan BBWS Citanduy, disepakati penerapan skema pengaturan distribusi air secara bergilir atau sistem buka-tutup pada saluran irigasi. Pola ini diharapkan mampu menjaga pasokan air bagi lahan pertanian, khususnya di kawasan Kecamatan Mangkubumi. Meskipun proyek revitalisasi Sungai Cikunten masih berlangsung.
Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama BBWS Citanduy. Untuk memberikan dukungan teknis dan kebijakan yang berpihak kepada petani.
Langkah cepat yang diambil Wakil Wali Kota Tasikmalaya tersebut mendapat apresiasi dari para penyuluh pertanian dan kelompok tani. Mereka berharap jadwal resmi sistem gilir air dapat segera disosialisasikan sehingga petani bisa menyusun pola tanam dan mengantisipasi risiko gagal panen di tengah musim kemarau.


Comment