“Transformasi digital bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Melalui sinergi bersama APSKI dan AWINDO, kami berharap tercipta model kolaborasi yang dapat menjadi referensi dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi yang inklusif di Indonesia,” ujar Dr. Tika.

Kolaborasi bersama APSKI memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi berbasis riset. Sementara AWINDO menghadirkan perspektif kewirausahaan inklusif yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh implementasi kolaborasi Triple Helix yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di era ekonomi modern.

Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Pendidikan Indonesia bersama APSKI dan AWINDO menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi strategis antara dunia akademik, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional serta penguatan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.(***)




Comment