Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap respons pemerintah yang dinilai belum menyentuh substansi tuntutan massa.
“Kami sudah berkomitmen sejak awal dengan Sekda untuk saling melengkapi. Tapi kenyataannya tidak demikian,” ujarnya.
Dalam situasi yang memanas, massa bahkan sempat melakukan penyisiran ke ruang wali kota yang dalam kondisi kosong, sebelum akhirnya kembali mengikuti pertemuan tertutup bersama Sekda.
Namun hasilnya tetap sama: deadlock.
Iwan pun melontarkan pernyataan keras, mengisyaratkan eskalasi gerakan ke depan.
“Kami menyatakan perang. Data ada di kami dan akan kami buka ke publik,” katanya.
Hingga siang hari, sebagian massa masih bertahan di area Bale Kota, menuntut pengembalian atribut aksi mereka. Di sisi lain, pemerintah melalui Satpol PP tetap bersikukuh pada penegakan ketertiban umum.
Di tengah tenda yang telah dilipat dan atribut yang diturunkan, satu hal yang belum berubah adalah kebuntuan antara massa aksi dan pemerintah—yang hingga kini belum menemukan titik temu.(iqbal)











Comment