Selain itu, Viman juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok untuk bertemu KH Aban Bunyamin. Dalam pertemuan tersebut, keduanya turut mendoakan keberkahan dan kemajuan bagi Kota Tasikmalaya.
Viman menyebut doa para ulama dan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh jemaah haji asal Kota Tasikmalaya dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam kondisi sehat.
Do’a di Tanah Suci Untuk Kota Santri
“Kami semua jemaah haji dari Kota Tasikmalaya terus mendoakan daerah tercinta selama berada di Tanah Suci. Begitu juga para ulama dan masyarakat yang mendoakan kami sehingga bisa kembali dengan selamat dan sehat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kepulangan jemaah haji asal Kota Tasikmalaya masih akan berlanjut dalam beberapa kelompok terbang (kloter), di antaranya Kloter 4, Kloter 20, dan Kloter 28.
Meski demikian, Viman mengungkapkan terdapat dua jemaah asal Kota Tasikmalaya yang wafat di Tanah Suci. Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan seluruh hak dan administrasi para jemaah yang meninggal dunia akan mendapatkan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk hak-hak yang berkaitan dengan asuransi dan ketentuan lainnya, akan difasilitasi dengan baik,” tegasnya.
Usai kembali menjalankan tugas pemerintahan, Viman juga mengungkapkan rencananya menghadiri agenda di Yogyakarta terkait penerimaan penghargaan. Yang berpotensi membawa insentif fiskal bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Mudah-mudahan penghargaan tersebut dapat memberikan manfaat dan tambahan insentif fiskal untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.(iqbal)







Comment