Berita Tasikmalaya, tasik.id – Program Sekolah Lansia di Kota Tasikmalaya terus didorong sebagai upaya menciptakan lanjut usia (lansia) yang aktif, sehat, mandiri, dan sejahtera. Program tersebut merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para lansia. Agar tetap produktif dan tidak menjadi beban bagi keluarga maupun masyarakat.
Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, mengatakan jumlah lansia di Kota Tasikmalaya saat ini mencapai sekitar 11 ribu orang. Menurutnya, jika tidak dipersiapkan dengan baik, peningkatan jumlah lansia dapat menjadi tantangan bagi generasi mendatang.
“Lansia harus aktif, sehat, dan mandiri supaya tidak merepotkan anak-anak maupun keluarganya. Kalau aktif, peluang tetap sehat juga semakin besar,” ujar Rahmat saat kegiatan ceramah umum PWRI, Rabu (22/7/2026).
Rahmat yang kini berusia 73 tahun mengaku tetap aktif mengabdi kepada masyarakat meski telah pensiun selama 17 tahun. Baginya, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian.
“Motto kami, Purna Tugas Yes, Purna Bakti No Way. Berhenti bekerja boleh, tapi berhenti mengabdi jangan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia bukan merupakan sekolah formal yang berlangsung setiap hari. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan satu kali setiap bulan dengan kurikulum, materi, absensi. Hingga standar operasional yang telah disusun.
Berbagai materi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, pengelolaan lingkungan melalui *eco enzyme*. Hingga pembelajaran lain yang dikolaborasikan dengan berbagai instansi dan komunitas.
Menurut Rahmat, pendidikan bagi lansia merupakan investasi sosial agar mereka tetap sehat, produktif, dan mampu menjalani masa tua secara mandiri.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan para lansia.
Diky Chandra: Lansia Juga Butuh Ruang Berkarya
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menilai para lansia juga membutuhkan ruang untuk tetap berkegiatan dan mengekspresikan diri, sebagaimana generasi muda membutuhkan aktivitas positif.
“Sejak lama saya mengatakan anak-anak muda membutuhkan kegiatan positif agar ketika dewasa tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Begitu juga orang tua, mereka membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri selama tidak bertentangan dengan etika dan moral,” katanya usai menghadiri kegiatan tersebut.




Comment