“Ini sapi berbobot 1,2 ton dari peternak Pageur Ageung. Kami bangga karena hasil peternak lokal bisa dipercaya untuk program nasional,” kata Helen.
Menurutnya, keterlibatan peternak daerah dalam program tersebut juga menjadi dukungan nyata terhadap perekonomian masyarakat. Di tengah harga pakan yang terus berfluktuasi dan daya beli masyarakat yang belum stabil, momentum Idul Adha diharapkan mampu menggerakkan sektor peternakan lokal.
Bagi warga sekitar Masjid Agung Baiturrahman, bantuan sapi kurban itu disambut penuh rasa syukur. Mereka berharap pembagian daging kurban dapat membantu kebutuhan keluarga. Terutama bagi warga yang jarang menikmati daging dalam kesehariannya.
“Mudah-mudahan Idul Adha tahun ini membawa kebahagiaan. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, bantuan seperti ini sangat berarti,” ujar Amin, warga yang turut menyaksikan proses penurunan sapi.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Bagian Kesra memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban akan dilaksanakan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan. Panitia kurban pun telah menyiapkan sistem kupon agar pembagian daging berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kehadiran sapi Limosin bantuan Presiden Prabowo Subianto itu bukan sekadar hewan kurban. Tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial serta dukungan terhadap peternak lokal di Kabupaten Tasikmalaya.(***)







Comment