News
Home » Berita » Ratusan Budayawan dan Para Raja Berkumpul di Kaki Galunggung, Ada Apa?

Ratusan Budayawan dan Para Raja Berkumpul di Kaki Galunggung, Ada Apa?

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, budaya memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga nasionalisme masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga identitas Jawa Barat sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia.

“Budaya ini menumbuhkan nasionalisme dan justru menjadi pondasi,” kata Hendra.

Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan semangat program Jawara Jaga Rawat Jawa Barat yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya.

Hendra juga mengapresiasi konsep Paskibra yang memadukan tugas kenegaraan dengan pakaian adat.

Putra Daerah asal Tasikmalaya Ripki Albabila Ukir Pretasi Internasional dan Nasional

Menurutnya, penggunaan busana tradisional tidak mengurangi kekhidmatan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Dengan diikat adat istiadat dan masyarakat asal kerajaan Sumedang, Cirebon, Tasik, semua ada dalam kegiatan budaya yang dibalut rasa nasionalisme,” ujarnya.

Galunggung Award untuk Tokoh Pelestari Budaya

Rangkaian kegiatan di Batu Mapar tidak hanya diisi dengan upacara bendera. Acara juga dilanjutkan dengan pemberian Galunggung Award kepada sejumlah tokoh inspiratif dan budayawan Jawa Barat. Pemberian itu langsung dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranagara dan Abah Anton.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang dinilai berkontribusi dalam menjaga serta melestarikan budaya Sunda.

Salah satu penerima Galunggung Award adalah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan yang mendapat penghargaan sebagai penggiat budaya dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pertunjukan seni tradisional.

ION Networking dan Warga Cintarasa Bersatu dalam Ngaruat Simbol Nagara, Merawat Nasionalisme dari Kampung

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Batu Mapar menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dapat dirayakan melalui seremoni, tetapi juga dengan menjaga identitas budaya.

Dari kaki Gunung Galunggung, para budayawan dan kasepuhan Jawa Barat menunjukkan bahwa budaya Sunda tetap dapat menjadi bagian dari wajah nasionalisme Indonesia di tengah perubahan zaman.

Bagi masyarakat yang hadir, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Batu Mapar diharapkan dapat terus menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan sejarah, budaya Sunda dan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.(***)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!