“Melalui film ini kita diingatkan bahwa semua manusia hidup di bawah langit yang sama. Yang membedakan adalah semangat, usaha, dan kemauan untuk terus maju,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan optimisme anak-anak penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya agar terus berani bermimpi dan mengejar cita-cita.
Difabel Butuh Dukungan yang Sama
Sementara itu, Ketua Panitia Nobar, Harniwan Obech, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye untuk memperluas ruang berkarya bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, kaum difabel tidak membutuhkan rasa iba, melainkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa teman-teman difabel mampu menghasilkan karya yang berkualitas. Mereka tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi dukungan dan kesempatan yang sama,” kata Harniwan.
Selain pemutaran film, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyampaian hasil program pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an Braille yang sebelumnya telah diikuti sekitar 30 peserta penyandang disabilitas. Program tersebut terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama para mentor dari Komunitas Sahabat Mata.(***)







Comment