Payung Geulis menjadi salah satu produk unggulan yang mendapat perhatian dalam materi pengembangan kerajinan Kota Tasikmalaya.
Selain Payung Geulis, sejumlah produk kriya daerah lainnya juga diarahkan untuk terus dikembangkan, seperti bordir, rajutan, batik, kelom geulis, anyaman bambu, dan mendong.
Pelestarian Payung Geulis dan Regenerasi Perajin
Pengembangan kerajinan daerah tidak hanya berkaitan dengan nilai ekonomi, tetapi juga pelestarian identitas budaya dan sejarah masyarakat Jawa Barat.
Dalam materi yang disampaikan, Dekranasda Kota Tasikmalaya menyoroti tantangan pembinaan perajin Payung Geulis. Termasuk penyusutan jumlah perajin, proses produksi tradisional yang membutuhkan waktu dan biaya tinggi, serta tuntutan pasar terhadap produk yang lebih praktis dan terjangkau.
Rencana kerja juga mencakup dokumentasi sejarah dan filosofi Payung Geulis melalui penerbitan buku eksklusif. Pendampingan inovasi produk, serta penguatan edukasi sejarah berbasis sekolah.
Upaya regenerasi turut diarahkan melalui pelibatan Duta Dekranasda dan kampanye kreatif untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap kerajinan daerah.
Perkuat Kemitraan dan Akses Pasar Nasional
Salah satu fokus pengembangan Dekranasda adalah memperluas jangkauan produk kerajinan melalui pameran nasional, termasuk INACRAFT dan Kriyanusa.
Selain promosi, kemitraan dengan pemerintah, perbankan. Dan pihak terkait diharapkan dapat mendukung pembiayaan, inovasi produksi, serta penguatan jaringan pemasaran para perajin.
Melalui Rakerda Dekranasda Jawa Barat, pengembangan kerajinan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan menggabungkan pelestarian warisan budaya. Peningkatan kualitas produk, dan perluasan peluang ekonomi bagi masyarakat.(iqbal)








Comment