Ia juga menilai peluang usaha saat ini semakin terbuka luas, seiring perkembangan teknologi dan pemasaran digital. Dengan modal sekitar Rp5 juta, masyarakat dinilai sudah mampu mengembangkan produk yang memiliki nilai jual tinggi.
“Produk makanan yang enak, sehat, higienis, dan dikemas secara modern memiliki peluang besar untuk berkembang. Apalagi didukung layanan jasa kurir yang kini semakin luas,” tambahnya.
Untuk mempercepat realisasi, Asep meminta Dinas Perdagangan segera menyiapkan langkah teknis agar program subsidi bunga tersebut dapat segera berjalan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin, menyebut pihaknya tengah mempersiapkan calon penerima manfaat, khususnya pelaku UMKM.
“Kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan, hingga membantu pelaku usaha mendapatkan akses pinjaman ke perbankan,” katanya.
Program pinjaman tanpa bunga ini diharapkan menjadi stimulus lahirnya pelaku usaha baru, sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya berbasis potensi desa.











Comment