Berita Tasikmalaya, tasik.id — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan program pinjaman tanpa bunga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Program ini menyasar pelaku usaha pemula yang tersebar di 351 desa di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari level bawah, khususnya bagi warga yang baru merintis usaha.
Menurut Asep, pemerintah akan memfasilitasi seluruh kebutuhan administrasi dan persyaratan agar masyarakat lebih mudah mengakses pinjaman melalui perbankan.
“Sasaran utama bantuan ini adalah pengusaha baru. Jangka waktu pinjamannya juga fleksibel, tidak hanya satu tahun, tetapi bisa sampai dua tahun bahkan lebih, sehingga dapat meringankan beban pelaku usaha,” ujarnya.
Subsidi BUMD
Ia menjelaskan, anggaran untuk subsidi bunga berasal dari dana titipan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki fleksibilitas dalam penggunaannya.
“Anggaran ini merupakan titipan dari BUMD, sehingga secara regulasi tidak harus kembali ke kas daerah. Artinya, bisa digunakan dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tasikmalaya menargetkan sebanyak 7.000 penerima manfaat. Asep menekankan pentingnya pemerataan distribusi program agar tidak terjadi ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
“Program ini harus menyentuh seluruh desa. Pertumbuhan ekonomi harus merata, tidak boleh hanya terpusat di daerah tertentu,” tegasnya.











Comment