“Ada dua kegiatan utama dalam Milad Pemuda Muhammadiyah tahun ini. Yang pertama adalah diskusi panel yang menghadirkan para ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya dari masa ke masa. Ini menjadi ruang rindu sekaligus ruang refleksi atas sejarah perjuangan organisasi,” kata Selamet.
Menurutnya, agenda tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antargenerasi kader sekaligus menggali nilai-nilai perjuangan yang relevan untuk diterapkan saat ini.
Selain itu, PDPM Kota Tasikmalaya juga menggelar kegiatan bedah buku karya kader Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan era digital dan meningkatkan budaya literasi di kalangan pemuda.
“Melalui bedah buku ini, kami ingin mendorong kader agar lebih produktif dalam menghasilkan karya dan memperkuat tradisi intelektual di tubuh organisasi,” tambahnya.
Peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial. Tetapi juga momentum memperkuat semangat kaderisasi, literasi, dan kontribusi nyata pemuda bagi masyarakat.(iqbal)


Comment