Lebih lanjut, Fauzan mematok target ambisius mengembalikan PPP ke Senayan pada Pemilu 2029. Menurutnya, strategi berbasis data serta keterbukaan terhadap kader potensial menjadi kunci, bukan sekadar slogan.
Uu : Mandat Partai bukan Seremoni
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa Muscab merupakan mandat konstitusi partai, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Yang penting programnya realistis, jangan terlalu ideal tapi sulit dijalankan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rivalitas dalam kontestasi internal adalah hal yang wajar, namun harus berakhir setelah keputusan ditetapkan. “Silakan bertarung, tapi setelah ada SK, selesai. Namun jangan ada konflik berkepanjangan,” katanya.
CNY : Refleksi
Ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan Muscab merupakan tradisi musyawarah yang wajib dijalankan dalam organisasi, sekaligus refleksi nilai-nilai Islam dalam pengambilan keputusan.
“Harapannya ke depan lebih solid, guyub, dan memberi manfaat,” singkatnya.
Kang AW : Ajang Konsolidasi Ditengah Bayang-Bayang Konflik Internal
Sedangkan Plt Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin, menekankan bahwa esensi Muscab bukan sekadar perebutan kursi kepemimpinan, melainkan evaluasi serta penyusunan program kerja.
“Orang sering terjebak di suksesi. Padahal yang utama itu program dan strategi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi PPP di era digital, termasuk menyeimbangkan peran kader senior dan generasi muda.
Dengan dinamika yang mencuat, Muscab PPP di Tasikmalaya kali ini menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Forum ini mencerminkan upaya konsolidasi di tengah bayang-bayang konflik internal, sekaligus harapan besar mengembalikan kejayaan PPP di tingkat nasional.(iqbal)











Comment