Ia membandingkan dengan sejumlah profesi atau program lain yang dinilai menawarkan kesejahteraan lebih menjanjikan dalam waktu relatif singkat, seperti pengelola SPPG maupun program MBG. Menurutnya, hal ini bukan sekadar perbandingan sempit, melainkan persoalan keadilan dan keberpihakan terhadap sektor pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama bangsa. Jika para pendidiknya belum sejahtera, maka sulit berharap kualitas pendidikan bisa melompat jauh ke depan,” tegasnya.
Melalui momentum Hardiknas 2026, Deden mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan untuk menempatkan guru pada posisi yang semestinya. Ia berharap profesi guru tidak hanya dimaknai sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” secara retoris, tetapi juga dihargai secara nyata, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Ia pun menutup suratnya dengan seruan untuk mengembalikan marwah pendidikan nasional.
“Karena sejatinya, kemajuan bangsa tidak pernah lahir dari pengabaian terhadap gurunya,” pungkasnya

Comment