“Karena ini bernuansa moderasi budaya, kami juga mengundang sahabat-sahabat dari Konghucu untuk menampilkan barongsai. Ini sebagai bentuk penanaman ukhuwah wathaniyah,” kata Asep.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kementerian Agama karena dinilai mampu memperkuat nilai toleransi dan keberagaman di lingkungan sekolah.
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi tinggi kepada pihak madrasah yang tetap konsisten menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
Menurutnya, di tengah masuknya berbagai budaya baru, generasi muda tidak boleh melupakan identitas budaya daerah dan nasional.
“Banyak budaya baru yang masuk, tapi kita tidak boleh melupakan budaya lama. Kita harus melestarikan budaya Indonesia, khususnya Sunda,” ungkap Diky.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah yang masih menjadikan etika, seni, dan budaya sebagai bagian penting dalam pendidikan kehidupan siswa. Menurutnya, hal tersebut menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi masa depan serta kemajuan Kota Tasikmalaya.(iqbal)


Comment