“Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, lahan pekarangan juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman obat dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Rani Permayani menuturkan bahwa ancaman lonjakan biaya energi, krisis geopolitik. Serta perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem telah berdampak nyata terhadap pola tanam, meningkatkan risiko gagal panen. Dan menurunkan produktivitas sektor pertanian maupun perikanan secara global.
Karena itu, menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan. Khususnya di Kota Tasikmalaya.
“Pekarangan yang ada dapat dimanfaatkan, baik milik pribadi maupun lahan yang dikelola RT dan RW. Dengan begitu, pasokan pangan yang cukup, aman, dan bergizi dapat terpenuhi secara konsisten, minimal untuk kebutuhan keluarga,” katanya.
Rani menambahkan, setiap anggota keluarga diharapkan memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan merata agar dapat menjalani kehidupan yang sehat dan aktif.
Ia pun berharap kreativitas masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kota Tasikmalaya, dapat terus ditingkatkan sehingga lahan pekarangan di setiap lingkungan mampu dimanfaatkan secara optimal demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.(***)







Comment