Dalam pertemuan tersebut, Oleh Soleh menekankan tiga hal krusial yang perlu menjadi perhatian, yakni kesiapan teknologi, efektivitas sosialisasi regulasi PP Tunas, serta perlindungan data pemerintah daerah.
Menurutnya, implementasi regulasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi lintas sektor, terutama perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“PP Tunas ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua stakeholder,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan data di daerah. Meski mengapresiasi capaian indeks pembangunan teknologi Kota Tasikmalaya yang dinilai cukup baik, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak membuat lengah.
“Harus dipertahankan, bahkan bisa menjadi rujukan, tentu dengan kolaborasi bersama BSSN,” tambahnya.
Oleh Soleh turut mendorong peningkatan berkelanjutan, baik dari sisi SDM maupun perangkat teknologi. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah pusat, termasuk Komdigi, untuk lebih responsif dan kolaboratif dalam memenuhi kebutuhan daerah.
Selain itu, ia mengusulkan perluasan akses internet gratis hingga ke sekolah swasta, balai warga, hingga pos ronda sebagai langkah konkret mengurangi kesenjangan akses informasi di masyarakat.

Comment