Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat infrastruktur penunjang produksi kopi, mulai dari pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT),perbaikan akses jalan menuju sentra kopi. Hingga bantuan alat pengolahan kopi bagi petani dan pelaku usaha.
“Pemerintah akan terus hadir mendukung kejayaan Kopi Bunar agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar dunia,” katanya.
Perkembangan Kopi Bunar Dampak Positif ke Masyarakat
Perkembangan Kopi Bunar disebut telah memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran kopi unggulan tersebut mendorong tumbuhnya usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi di wilayah Pageurageung.
Asep mengungkapkan, peningkatan kualitas pengelolaan dan pemasaran membuat nilai jual Kopi Bunar mengalami kenaikan cukup tajam dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu harga kopi hanya di bawah Rp2.000 per kilogram, sekarang sudah di atas Rp10 ribu. Itu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan pemasaran yang semakin baik,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana mengembangkan kawasan Kopi Bunar menjadi destinasi agrowisata berbasis perkebunan kopi. Program tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis pertanian.
Menariknya, pihak Jepang disebut mulai tertarik mempelajari sistem budidaya hingga proses pengolahan Kopi Bunar yang dinilai memiliki karakter khas sebagai salah satu kopi unggulan asal Tasikmalaya.







Comment