Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari arah baru organisasi, bukan sekadar eksperimen.
“Kami ingin memastikan bahwa anak muda tidak hanya dilibatkan, tapi benar-benar diberi ruang untuk mengambil peran penting. Dan untuk itu, kami memilih orang yang memang sudah siap,” jelasnya.
Saat kembali didesak mengenai identitas figur tersebut, Ketua Partai Solidaritas Indonesia Kota Tasikmalaya memilih tetap menahan diri.
“Namanya akan segera kami sampaikan secara resmi. Tapi yang bisa saya pastikan, publik tidak akan asing dengan rekam jejaknya,” tutupnya.(iqbal)


Comment