“Saya sudah instruksikan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur tetapi tetap proporsional. Artinya, melakukan tugas sebagai kepolisian tetapi harus berimbang dengan ancamannya,” ungkapnya.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menangani gangguan Kamtibmas, khususnya aksi begal dan aktivitas geng motor yang meresahkan warga.
Ulama Diajak Berperan dalam Pembinaan Remaja
Selain meminta penguatan penindakan terhadap kejahatan jalanan, Irjen Pol Pipit juga mengajak para ulama untuk berperan aktif dalam pembinaan generasi muda.
Ia berharap para ulama dapat turut mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak mereka.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam aktivitas negatif.
Kapolda Jabar juga menyampaikan pesan khusus kepada para remaja di Tasikmalaya agar memanfaatkan masa muda untuk kegiatan yang bermanfaat.
“Bagi para remaja, ingat masa depan kalian menunggu. Kalian sebagai pemegang estafet kepemimpinan. Bagaimana mau memimpin ke depan, kalau sekarang kerjaannya nongkrong, mengonsumsi obat-obatan, miras dan yang tidak bermanfaat,” tuturnya.
Kunjungi Ponpes Suryalaya dan Cipasung
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah Tasikmalaya, Irjen Pol Pipit Rismanto juga mendatangi Pondok Pesantren Suryalaya dan Pondok Pesantren Cipasung.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama serta lingkungan pesantren.
Sementara itu, kunjungan ke Mapolres Tasikmalaya turut dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi jajaran kepolisian dalam rangka memperkuat pemeliharaan Kamtibmas, termasuk menghadapi dinamika keamanan menjelang akhir tahun 2026.
Kapolda Jabar berharap kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat terus diperkuat sehingga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tasikmalaya serta wilayah Jawa Barat dapat terjaga.(***)








Comment